Sudah lama tidak posting di blog. Sekali posting judulnya
hanya “Kontak HP”. Ide judul post ini sebenarnya aku dapat dari kegiatan
iseng-iseng saat menunggu teman-teman les yang belum datang.
Hari ini, les dimulai dari jam empat sore, kelas X SMAN 2
Madiun. Setelah kelas tersebut selesai, ganti dengan kelas selanjutnya, kelas
XII SMAN 4 Madiun. Nah, ketika inilah ide post ini muncul.
Karena HP Evercoss A66S sedang rusak sejak 24 Januari 2015,
akhirnya HP Cross CG 58 A jadi penggantinya. HP model zaman dahulu (jadul).
Ketika sedang melihat-lihat isi dari HP ini (terutama suka lihat bagian kontrak
HP), naik ke atas, turun ke bawah, diklik sana-sini. Tanpa sengaja melihat
salah satu kontak yang membuat dalam hati ini tertawa. Jika melihat kontak tersebut,
teringat masa-masa SMA, salah satu teman dalam organisasi ekstra kurikuler yang
penuh tawa bahagia, ingat ketika mengantar dua ekor kambing untuk kurban Idul
Adha. Dalam perjalanan, kambing tersebut benar-benar lucu. Hahaha (benar-benar
lucu, sampai tertawa membuat tulisan ini).
Selanjutnya masih ada kontak yang membuat tertawa lagi.
Karena sampai remedy empat kali materi pembelajaran peluang (kelas XI SMA jika
tidak salah) hingga ke rumah beliau untuk remedy. Beliau juga yang selalu
menyemangati ketika tahu aku sudah putus dengan pacar, “Halah rek, golek maneh. Ngono kok angel eram.
(Halah nak, cari lagi. Gitu aja kok ribet)” Hahaha itu kata beliau.
lha yang ini yang bikin geregetan. Ini kontak dalam HP yang
satu-satunya pernah nampar aku. Ceritanya sih lagi duduk di lorong nunggu
kuliah tiba, ini cewek lewat. Biasa, cowok kalau lagi ngumpul sama temen-temen.
“hei, ******** iki kancaku ******** isih
jomblo. (hei, ******** ini temanku ********* masih jomblo)” Kemudian, PLAKKKKKKKK.
Sebuah tamparan kena deh, dan dia langsung nyelonong pergi. Isin reeeeeeeeek. Hahahaha. Namun
besoknya dia minta maaf. (sebenarnya salahku juga sih)
Beda kontak lagi nih. Yang paling aku ingat dari kontak ini,
aku lagi main ke Sarangan (telaga di Magetan, Jawa Timur) dengan seseorang
temanku. Di sela-sela cerita antara aku
dan temanku ini yang lagi makan sate kelinci, ternyata temanku ini kenal dengan
kontak di HPku. Langsung deh aku telepon (nomornya AXI*, nomorku IM*. Mahal rek) “Halo, ******** iki aku lagi karo ******** lagi maem sate kelinci ing
Sarangan. Ayo melu rene. (Halo, ******** ini aku lagi dengan ********
sedang makan sate kelinci di Sarangan. Ayo ikut kesini.)” aku bilang begitu ke
kontak di HPku. Langsung deh, kumat. “Pakdhe
ki, ora ajak-ajak ponakan’e. Amung pamer thok. Blablabla. (Pakdhe tuh,
tidak mengajak keponakannya. Hanya mau pamer. Blablabla.” Jawabnya gitu. Hahaha
bahagianya aku.
Selanjutnya kontak yang letaknya berdekatan. Lucu banget
ini. Kalau gak salah ini tahun 2010. Setiap mahasiswa harus mengikuti sebuah
masa orientasi yang telah ditentukan oleh HIMA masing-masing program studi.
Program studi pendidikan fisika mengadakan masa orientasi (Bina Akrab) di
daerah Kare, Kabupaten Madiun. Deket dong ama rumahku, cuma 45 menit sudah
sampai di tempat tujuan. Aku sama dua kontakku ini memiliki tujuan yang sama.
Survey tempat untuk Bina Akrab. WUUUUUZZZZZ berangkat kesana. Pengalaman
pertama itu, ketika sampai di pos satpam bumi perkemahan, ditanya oleh petugas
di sana mau apa? Kami jawab kalau kami mahasiswa dari ******** akan melakukan
survey (bohong deh). Sesampainya di sana, kami me-check apa saja yang ada di
sana. Sampailah pada ritual terakhir survey, yaitu foto-foto. Ini nih yang
paling lucu, ada sebuah tong besar banget. Bagus buat foto-foto. Semua
foto-foto di situ. Taukah kamu tong apakah itu? Ternyata itu adalah tong
sampaaaaaaaaaah. Kami baru tahu setelah besoknya saat Bina Akrab dimulai.
Nasib.
Ada yang tahu acara di Trans 7 yang namanya UPS SALAH? Punya
inspirasi dari acara itu, kontak ini aku kerjai. Dia bener-bener cewek polos,
setahuku hingga semester 8 kuliah pun, dia masih tetap polos dan lugu. Karena
kepolosannya itulah ide jahat itu muncul. Hehehe. Saat itu sedang ramainya
penerimaan pengurus HIMA Fisika. Alhamdulillah, aku diterima. Nah, ide itu
muncul ketika jam kuliah kosong, aku telepon kontak ini, aku ngakunya sebagai
ketua HIMA yang sekarang. Sebagai tes untuk masuk HIMA, aku berikan tesnya
lewat telepon. Betapa polosnya kontak ini, dia kebingungan. Aku marahi, aku
salahin, banyak pokoknya (tapi aman, dalam batas kewajaran. Gak tega juga lihat
kepolosannya itu) sampai aku berdiri di depannya, dia gak sadar kalau lagi tak
telepon. Baru sadar ketika tanganku menunjuk di salah satu angka yang ada di
kertas tulisannya. “Yah, Pak Mahar ki
blablabla” setelah bilang gitu, kayak film India deh, kejar-kejaran.
Salah satu kontak yang menjadi korban juga, teman belajar di
tempat les. Kontak ini benar-benar banyak kenangan. Gak mungkin lupa, setiap
kali les, pasti jadi korban. Hehehe. Tapi memang dianya lucu kalau dijadikan
korban. Dan pasti jadi tumbal ketika tiga orang berkumpul. Aku, Pak *******,
dan Pak ******. Dan pernah juga membuat temannya menangis ini. Waaaaaaah, gaswat wis.
Wakakakakakaka belum cerita aja udah ketawa. Kontak ini teman
waktu KKN di Desa Pulosari, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo. Kontakku ini
cantik, supel, menghargai orang, dan yang ku suka itu fasih bahasa jawa tingkat
tinggi (jangan GeEr ya bu). Saat itu waktu mendekati sore kalau tidak salah,
sedikit lupa. Aku berada di atas motor Supra X 125R milik bapakku (bukan
milikku, STNK masih atas nama bapakku), di depan rumah KKN. Kami banyak orang
sedang bercerita-cerita banyak pokoknya. Nah, ide jahil itu selalu datang di
saat yang tepat.
“Bu, ayo melu aku
(Bu, ayo ikut aku)” aku menawarkan padanya.
“Ning ngendi pak?
(kemana Pak?)” jawabnya
“Wis tha, gelem po
ora? (sudahlah, mauapa tidak?)” tak jawab gitu aja
Setelah itu karena mungkin dia sudah tau kalau ketua KKNnya
ini sedikit usil, jadinya banyak tanya dan tawar menawar. Akhirnya mau ikut
kok.
“nganggo helm opo ora
pak? (pakai helm atau tidak pak?)” Dia bertanya gitu.
“ora usah, ayo ngono
ae. (tidak usah, ayo gitu aja)” tak jawab gitu.
Akhirnya dia tak bonceng di belakang, berangkaaaaaaaat.
NGEEEEEEEEEEEENG. Sampai deh di parkiran. Yang jaraknya sekitar 10 meter dari
posisi awal. Adegan film Indiapun kembali terulang (baca:kejar-kejaran), hingga
beberapa hari kedepan masih jadi bahan candaan. Sampai selesai KKNpun, lewat
SMS masih saja dibahas. (dia merasa ditipu, dikiranya mau diajak kemana.
Ternyata Cuma ke parkiran.)
Ini kontak sudah aku anggap kayak adik sendiri. Ini junior
di HIMA Fisika. Sering ini cerita-cerita gitu. Waktu itu jika tidak salah
ketika pemilihan putra dan putri fisika. “ayo
mas foto bareng.” DEG……..
Ini kontak yang menjamur di HP. Kontak mantan. Masih saja
ada mulai dari mantan yang di SMP sampai yang terakhir. Bukannya gak bisa move
on, tapi karena memang kami masih memiliki hubungan yang baik. Jadi, aku dan
mantanku itu hampir semuanya berpisah dengan cara yang baik. Akhirnya setelah
putus pun masih berkomunikasi. Ya ada beberapa sih yang kurang baik putusnya.
Yah begitulah beberapa kontak yang mengingatkan
kembali cerita-cerita lucu terutama yang jadi teringat.
0 komentar:
Posting Komentar
Berikan tanggapan anda melalui kotak komentar di bawah ini